istri hamil suami siaga (siap,antar,jaga)


Untuk pasangan suami istri yang ingin segera mendapatkan momomgan,kehamilan istri tentu akan disambut dengan suka cita. Begitu istri melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif,seorang suami mungkin akan merasa takjub dan hampir tak percaya. Kenyataan bahwa ‘benih’ yang ia tanam bisa membuahkan hasil,menjadikannya begitu bahagia,lebih-lebih bila itu calon anak pertama.

Agar istri bisa menjalani kehamilan yang sehat dan nyaman,dukungan suami mutlak diperlukan. Saat hamil,istri akan mengalami perubahan, Secara fisik ia akan menjadi lebih gemuk. Fisiologisnya juga mengalami berbagai perubahan yang mempengaruhi pola perilaku dan emosinya. Karena itu,selama istri hamil suami harus selalu siaga yaitu siaga untuk bersabar,memahami,memperhatikan,membantu dan melayani istri.
Bersabar,mengapa harus?

Mungkin sebagai suami anda sering mendengar cerita tentang wanita yang hamil muda. Sebagian dari mereka sering mengalami morning sicknes yaitu mual2 dan muntah2 di pagi hari. Tak jarang pada sore haripun wanita juga mengalami hal yang demikian. Bahkan ada yang lebih parah lagi mual dan muntah hampir sepanjang hari. Meskipun anda sudah sering mendengar tentang berbagai cerita itu biasanya anda tetap akan kaget,saat istri anda mengalaminya.Anda mungkin tak hanya kaget,tetapi juga jengkel,karena beberapa hal atau rutinitas yang biasanya istri anda bisa lakukan,kini tidak bisa dilakukannya. Memasak dan membersihkan rumah misalnya mungkin harus tertunda saat istri sedang mengalami gangguan khas kehamilan. Tidak itu saja. Saat anda ingin mengajaknya ‘berjima’ mungkin ia enggan baik karena kondisi tubuhnya yang kurang nyaman,atau kekhawatirannya terhadap keselamatan bayi yang ia kandung. Karena itulah,anda harus bersabar. Pahamilah kondisi istri,karena sesungguhnya ia sendiri pun tak ingin mengalami kondisi2 yang ganjil itu,tapi ia harus menjalani sebagai konsekuensi dari perjuangan menjadi seorang ibu.

Pahamilah Perubahannya.
Kasih sayang suami yang besar,dengan niat untuk memahami dan melayani istri,sebagai bentuk tanggung jawab terhadap perjanjian bersama kepada Allah SWT (mistaqan ghalizha) akan banyak membantu suami menyesuaikan diri terhadap kehamilan istri. Suami juga perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan selera istri. Anda harus menyesuaikan selera istri dengan menghargai masakannya dan tidak mencela.

Sebagaimana dikatakan Trethowan dan Dickness (1972) wanita hamil sering mengalami dullet-taste (selera yang bodoh) selama hamil. Istri anda,mungkin jadi sangat suka masakan yang asin sekali,asam,atau citarasa lain yang tajam. Bisa pula ia jadi tidak suka pada makanan yang sebelumnya ia sukai. Terimalah kondisi istri dan bersikaplah bijak bila seleranya kurang sesuai dengan selera anda dan anak-anak.

Berilah Perhatian
Istri membutuhkan perhatian dari suami sebagai orang yang dicintainya. Ia juga butuh perasan dicintai oleh orang yang dicintainya,lebih-lebih ketika ia mengalami berbagai perubahan saat pertama kali ia hamil. Seorang suami perlu memberikan perhatian pada istrinya dengan tulus. Perhatian dan kasih saying selain memenuhi kebutuhan fisik dan psikis yang primer juga bisa diwujudkan dengan tindakan-tindakan kecil. Misalnya mengucapkan salam atau memberi kecupan. Perhatian suami yang tulus bisa menentramkan istri saat keinginannya mencari buah yang sedang tidak musim tidak terpenuhi. Melalui perhatian yang tulus,bersih, dan sungguh2 suami lebih mudah menyampaikan pengertian,ketika istri sedang ngidam. Berikan dorongan pada istri. Itu akan banyak memberi arti bagi istri dalam beradaptasi dengan kehamilannya. Suami juga harus bisa menjadi teman bicara dan pendengar yang baik,karena disaat hamil seperti itu istri butuh teman bicara yang mau mendengar tentang ungkapan perasaannya,tentang dirinya,bayinya dan masa depan bersama. Sikap yang perlu anda tumbuhkan adalah empati terhadap kehamilan istri anda. Berusahalah untuk memahami apa yang dirasakan istri,sebagaimana ia merasakannya. Istri mengharapkan agar anda mengerti bahwa hamil itu berat. Bahwa kecemasan menghinggapi dirinya dan tak mudah menghilangkannya dengan kata sabar. Genggamlah tangannya saat ia berbicara dan dengarlah secara penuh apa saja keluhannya.

Membantu dan Melayani Istri.
Hamil member i beban berat pada istri. Perutnya membesar sehingga keseimbangan badan berubah dan sulit mencari posisi tidur yang nyaman. Ditambah lagi beban kerja ginjal yang meningkat,frekuensi kencing bertambah,mual-mual,sampai tegangan yang tidak mengenakkan pada farji dan perut. Semua beban itu dialami sendiri oleh istri. Padahal,bayi yang ada dalam kandungannya adalah anak anda berdua. Karena itu sudah sepatutnya sebagai suami anda berusaha meringankan beban istri. Meringankan beban istri,bisa dengan melakukan pekerjaan sehari-hari yang sederhana,mencuci pakaian atau menyapu halaman,misalnya. Istri seringkali tidak menuntut suaminya untuk mengambilalih semua pekerjaan rumah tangga. Ia lebih membutuhkan ketulusan dan kesungguhan anda dalam membantu meringankan bebannya. Selain itu anda juga bisa melayani istri misalnya dengan memijatnya saat ia sedang mual-mual atau menyediakan dan menemaninya makan saat ia sedang kehilangan selera makan. Yang terakhir,berterimakasihlah pada istri anda. Selama Sembilan bulan sepuluh hari hampi r dapat dipastikan istri tetap berusaha melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga,meskipun ia cukup terbebani dengan kehamilannya. Dengan semangat pengapdian,pengorbanan,kasih saying dan cintanya,istri tidak menuntut apapun,kecuali perhatian dan kasih sayang anda. Karena itulah,sudah sepantasnya bila anda berterima kasih kepadanya,meski ia tidak memintanya. Anda bisa mengungkapkan terima kasih itu dalam berbagai bentuk,tetapi ungkapan dengan kata-kata jangan diabaikan. Istri akan merasakan kebahagian yang menyentuh bila anda bisa mengucapkan terima kasih dengan betul-betul tulus dan spontan.

Nah,itulah beberapa hal yang harus anda lakukan saat istri anda hamil. Jangan sampai kehamilan istri justru membuat anda sering uring-uringan,sehingga menambah beban istri. Ingat jika istri anda stress dan terlalu banyak beban pikiran,itu juga bisa berpebgaruh buruk terhadap bayi yang ia kandung.

4 thoughts on “istri hamil suami siaga (siap,antar,jaga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s